Kamis, 24 September 2009

cerita perjalanan ke Puncak, Bogor

kamis, 24 September 2009

10.30 awalnya sih gada niatan buat jln ke puncak sm pacar, justru malah niatnya kmrn hari rabunya, tp dadakan cuaca mendukung dan kapan lagi kalau ga hari ini, maklum kan lagi libur lebaran jd kesibukan belum dtg lagi, yaudah jd gw dan pacar jalan menuju ke puncak pakai motor shogun 125 cc karena irit bensin.
untuk bisa sampai ke puncak, gw ngambil jalan yang biasa dipakai yaitu jalan raya bogor. karena jalan itu mudah untuk dihapal apalagi kalau dari jakarta, kita bisa ambil jalur dari BYPASS-CAWANG/UKI-KRAMATJATI-KP.RAMBUTAN-CIMANGGIS-DEPOK-CIBINONG-BOGOR-CIAWI-CISARUA-PUNCAK.
di perjalanan gw ga mw ambil resiko, jd gw agak ngurangin kecepatan motor karena takut terjadi apa-apa. seperti ban bocor, tabrakan dan lain-lain.
di tengah jalan tak lupa untuk membeli makanan&minuman di mini market, karena kalau sudah sampai disana dijamin harganya mahal. maklum irit..hheeee..
selama perjalanan gw harus was-was dan berdoa agar selamat, selamat dari musibah, selamat juga dari manusianya seperti oknum polisi (wajib diwaspadai no.1 jika bepergian) karena mereka suka iseng (katanya) kalau ada motor-motor plat B datang ke stiap daerah, mereka pikir kita kaya kali.hheeeee....kemudian yang kedua orang-orang daerah itu sendiri, untuk alasan bermacam-macam lah.
14.30 gw dan pacar sudah sampai di jalan raya puncak tepatnya di daerah megamendung untuk istirahat, makan minum sekalian ngademin motor kasihan ga berenti-berenti dari jakarta. pas lagi makan, eh ternyata pas bgt sm jam buka tutup puncak. sekedar informasi, kalau dipuncak diberlakukan jam buka tutup jalan raya puncak, yaitu secara bergantian 1 jam dari arah bogor/jakarta yang mau ke arah puncak diberlakukan 1 arah, kemudian setelah jam berikutnya dari arah cipanas/cibodas yang mau ke arah bogor atau jakarta diberlakukan 1 arah. itu diberlakukan jika kondisi lalulintas di puncak tampak macet dan padat, tp terkadang merupakan agenda rutin dari kepolisian kabupaten bogor.
untungnya untuk motor jam buka tutup sepertinya kurang di perhatikan, jadi untuk motor masih tetap bisa lewat ketika jam buka tutup berlaku baik dari arah manapun. tp jalannya harus dipinggir karena ketika jam buka tutup berlaku, mobil dan bus sangat kencang-kencang sekali karena mereka pikir mumpung lagi 1 arah.
15.15 akhirnya sampai juga di puncak di mesjid At-tawun, parkir dan langsung menuju mesjid untuk buang air kecil dan cuci muka, setelah itu kita duduk-duduk menikmati panorama dan udara sejuk di puncak. tak lupa juga mengabadikan moment lewat foto.
di mejid at-tawun sendiri sangat ramai dengan pengunjung, dari dalam daerah maupun luar daerah, maklum karena tempat ini sangat cocok untuk istirahat, sambil menikmati keindahan dan panorama puncak. dan disekitar mesjid ini terdapat warung jajanan dan kios cinderamata khas bogor. jadi pengunjung selain menikmati suasana alam di puncak juga bisa berbelanja dan jajan yang terdapat di sekitar masjid at-tawun.
tak terasa waktu sudah jam setengah enam sore, setelah puas lihat-lihat, jajan, berbelanja, akhirnya gw dan pacar segera bersiap-siap untuk pulang kembali ke jakarta. kami disana hanya sekitar 2 jam, padahal perjalanan dari jakarta ke puncak hampir memakan waktu tiga setengah jam, tapi gpp, kita berdua senang udah bisa jalan-jalan ke puncak pakai motor.
keluar dari mejid at-tawun perjalanan turun ke kota bogor awalnya lancar tetapi sesampainya di daerah cisarua, taman safari, lalulintas mulai padat merayap, untung gw pakai motor jadi bisa lewat samping jalan, alhamdulilah pas di megamendung udah ga macet lagi dan lancar, oia..ditengah perjalanan pulang kita beli ole-ole untuk orang rumah, ya itung-itung memberikan pendapatan bagi suatu daerah dengan kita membeli ole-ole. untuk saran, jika mau membeli ole-ole khas daerah, biasanya si penjual kasih harganya cukup mahal karena menurut gw penjual ga bego-bego amat, dia tahu si pembeli akan menawar jadi sama dia harganya udah dinaikin bahkan mungkin 2 x lipat, jadi untuk pembeli yang ingin membeli ole-ole, sangat wajib untuk menawar, tawar saja sampai miring (bukan kepalanya lho, tp harganya) biasanya juga dikasih oleh si penjual ya walaupun dengan raut wajah yang agak sedikit memelas, padahal sebenarnya memang segitu harga yang layak/pas.
puncak sudah lewat, kemudian memasuki kota bogor, nah pas di kota bogor turun hujan dadakan. ingat kata teman, kalau di bogor memang sering turun hujan tetapi biasanya cuma sebentar alias ngagetin doank.hheeee..gw tetap tancap gas biar ga kemalaman sampai di jakarta, ternyata hujan ga kunjung berenti, yaudah akhirnya gw ga ikutin kata temen gw itu, gw cari tempat teduh. baru neduh hujan langsung berenti, mau gerutu ingat dosa ga boleh memaki hujan.lalu jalan lagi turun hujan lagi, berenti lagi di SPBU, niat cm mw buang air kecil eh malah jd neduh setengah jam di musholla karena hujan makin besar sekali. pas hujan udah agak kecilan langsung aja buru-buru jalan biar ga terperangkap hujan di kota hujan. ternyata sm seperti pertama, baru jalan sedikit hujan lagi, udah agak sedikit frustasi, gw ga berenti untuk neduh tp gw tetap tancap gas karena udah semakin malam. dan hujan juga ga mw kalah kali sm gw, tuh hujan makin gede banget, saking gedenya air hujannya kaya batu, jadi sakit kalau kena muka dan badan. ya mau ga mau gw harus cari teduhan lagi apalagi pacar udah kedinginan dan kebasahan. dapat SPBU setelah terminal Barangnangsiang, bogor. kita neduh disitu dan ternyata sudah banyak banget orang-orang yang neduh di SPBU itu sampai kewalahan penjaga SPBU nya, kebanyakan orang-orang yang neduh sama-sama plat B juga. gw pikir mungkin bakal seperti yang udah-udah, hujan akan berenti cepat, tp hujan tak kunjung berenti sampai 1 jam lebih, padahal waktu menunjukkan pukul 20.45. ketika hujan sedikit menurun intensitasnya, gw langsung ja buru-buru tancap gas dan udah mulai frustasi, jadilah hujan-hujannan. nah badan pas bgt udah terasa menggigil ketika nerobos hujan karena tadi kelamaan neduhnya. buat ngilangin rasa dingin gw dan pacar cari tempat makan buat isi perut, apalagi baru ke inget kalau seharian belum makan nasi tp cuma jajan-jajan doank. setelah makan hujan udah berhenti, langsung gw ngebut biar cepat sampai di jakarta karena sudah kemalaman, kira-kira waktu itu jam setengah sepuluh malam.
10.30 kita sampai di pulogadung, jakarta. nganterin pacar pulang, istirahat sebentar disana. baru pukul 11.30 gw pulang ke rumah, badan pegel-pegel, pundak sakit, mata perih, kaki pegel-pegel, tapi gw seneng karena bisa jalan-jalan ke puncak sm pacar dan kembali dengan selamat...

3 komentar: